The Feelings (Part 1)




Satu minggu berlalu, hari ini adalah hari pertama semester baru. Para murid SMA Pledis yang baru saja datang langsung pergi menuju mading untuk melihat kelas mana yang akan mereka masuki kali ini. 

"Ah~ Kenapa aku tidak satu kelas lagi dengan kaliannn" keluh Kaelyn setelah mundur dari kerumunan murid di sekitar mading, ia berada di kelas 2-3 sedangkan Edward dan Radley berada di kelas 2-2. "Dan juga kenapa aku harus satu kelas dengan Emma?!" katanya menekankan. Beruntungnya tak ada Emma disana.

Saat kelas 1 mereka berada di kelas yang sama. Bisa dikatakan Kaelyn tak membenci Emma, hanya saja ia tak suka pada Emma. Kaelyn sering merasa terganggu dan kesal dengan sikap Emma yang seenaknya padanya, merasa seolah berteman dekat namun mendekatinya hanya jika ada maunya saja. Emma mendekatinya ketika ia ingin mengetahui tentang Edward. Ketika Kaelyn sedang tidak bersama Edward dan Radley, Emma sering mengejarnya dan menanyakan hal-hal kecil tentang Edward. Dengan terpaksa dan sedikit berbohong, Kaelyn menjawab semua pertanyaan kecil Emma. 

"Kau juga satu kelas dengan Helen," kata Edward menambahkan.

"Helen? Orang yang membencimu itu?" Ucap Kaelyn cepat.

Edward tersenyum misterius pada Kaelyn lalu pergi duluan menuju kelasnya.

Kaelyn menoleh pada Radley, "Kenapa dia tersenyum?" memberikan pertanyaannya pada Radley.

Radley hanya menoleh lalu pergi mengikuti Edward.

"Mereka gila."

***

Hari pertama masuk sekolah seperti biasa wali kelas yang akan masuk ke kelas lebih dulu untuk mengenalkan diri lalu menyuruh para muridnya untuk mengenalkan diri dan saling berkenalan dengan teman-teman barunya di kelas.

Sang wali kelas juga membuat undian untuk menentukan tempat duduk para muridnya untuk tiga bulan kedepan. Para guru memberikan jam pelajaran kosong untuk para murid pada hari permata masuk sekolah sampai waktu istirahat.

"Kae!!! Kita satu kelas lagi!" kata Emma bersemangat. Undian mendapat bangku tepat di depan bangku Kaelyn.

Kaelyn hanya tersenyum menanggapinya.

"Sahabat-sahabatmu berada di kelas mana?" tanyanya.

"Mereka di kelas 2-2."

"Kae.. ingin berteman denganku tidak?" tanyanya yang membuat Kaelyn sedikit bingung.

"Bukankah kita sudah jadi teman? sekelas?" tambah Kaelyn terlambat.

"Teman, teman dekat maksudku. Teman main bersama." Mata Emma seolah berbinar-binar saat mengatakannya, membuat Kaelyn merasa tidak nyaman.

"Ah.. begitu ya..." Kaelyn tahu jika dia sangat menarik diri dari Emma, dan dia juga berpikir Emma pasti menyadari itu.

Kaelyn merasa tidak enak pada Emma tapi Kaelyn juga tidak bisa menerima Emma begitu saja menjadi teman dekatnya. Kaelyn sudah tidak suka pada Emma, ia tidak ingin berteman dengannya karena terpaksa.

"Kau membenciku?" tanya Emma tiba-tiba, raut wajahnya seketika berubah menjadi kesal.

"Tidak. Kenapa tiba-tiba bertanya begitu," Emma masih diam sambil melihat Kaelyn dengan rasa kekesalan. 

"Cih! Tidak usah berbohong. Aku tahu kau merasa hebat karena memiliki teman-teman yang pintar dan keren kan?! Jadi tidak ingin berteman denganku?!" ucap Emma lalu menggebrak meja membuat semua anak kelas menoleh pada mereka. 

Emma yang menimbulkan suara langsung pergi keluar cepat-cepat, sangat marah.

"Kenapa tiba-tiba marah?" gumam Kaelyn pada dirinya sendiri.

Beberapa anak kelas yang penasaran menghampiri Kaelyn dan bertanya apa yang telah terjadi. Kaelyn hanya mengatakan tidak ada apa-apa.

.
.
.
TBC




Comments

Popular