The Feelings (Part 11)
Helen kini sedang dalam perjalanan menuju sebuah Cafe untuk bertemu dengan Edward.
Kemarin malam Kaelyn mengirim pesan pada Helen bahwa ia dapat bertemu dengan Edward hari ini.
Siang hari ini Kaelyn akan mengajak Edward dan Radley berkumpul di Cafe sebagai alasan agar dapat mempertemukan Edward dengan Helen. Karena ada kemungkinan Edward tidak akan bertemu dengan Helen jika Kaelyn atau Radley tidak ada, maka mereka berdua akan pergi begitu Helen sampai. Maka dari itu, Helen harus datang sesudah mereka bertiga datang.
Helen sampai di Cafe, ia melihat Kaelyn bersama Edward dan Radley di meja luar Cafe sedang tertawa. Helen terdiam sebentar, memikirkan apa yang harus pertama kali ia katakan. Terlalu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Edward, membuatnya tidak fokus.
Helen perlahan berjalan mendekati meja mereka, lalu menyapanya.
"Hai..." sapanya. Kaelyn tersenyum menyambutnya.
Edward menoleh pada Helen, lalu langsung membuang muka begitu melihat itu Helen.
"Aku ingin berbicara denganmu," kata Helen.
Edward langsung melihat Kaelyn dan Radley, curiga mereka merencanakan ini. "Apa-apaan kau!" kata Edward hampir berteriak pada Kaelyn.
"Aku pikir Helen butuh penjelasan darimu!" kata Kaelyn berani walaupun sebenarnya ia takut pada Edward yang sekarang, Edward yang sedang marah. Helen yang juga terkejut dengan ucapan Edward hanya terdiam.
"Jadi sekarang kau pegawai perusahaan amal? Membantu seseorang dengan sukarela?!" perkataan Edward terlalu berlebihan bagi Kaelyn maupun Radley, terdengar kasar tidak seperti biasanya.
"Dia hanya membantu Ed, santai." Radley mencoba menenangkan mereka.
"Membantu apa?! Kau tidak dapat membantu siapa-siapa. Hubunganku dengan Helen tidak ada apa-apa. Jadi, tidak usah membantu dia ataupun aku!" Radley dan Kaelyn yang dibuat bingung dengan kemarahan Edward yang tidak biasa ini membuat mereka sangat terkejut dengan sisi Edward yang seperti ini.
Begitu Edward akan pergi Kaelyn menahan lengannya cepat dan kuat, "Setidaknya jawab apa yang ingin Helen dengar. Dia berhak mendapatkan itu. Tingkahmu yang tiba-tiba itu membuat Helen bingung."
Edward terdiam. Ia melepaskan pegangan Kaelyn pada lengannya. "Baik. Akan aku jelaskan pada kalian." Kaelyn merasa bingung dengan kata 'kalian' yang dikatakan Edward. "Sejak awal aku tidak pernah menyukai Helen. Aku mendekatimu hanya untuk bersenang-senang lalu membuatmu patah hati," katanya melihat Helen. "Sejak awal mulai mendekatimu sampai saat ini setelah mendekatimu. Aku tidak pernah menyukaimu sedikit pun. Aku menjauhimu karena rencanaku untuk membuatmu suka padaku sudah berhasil, dan kini saatnya untuk membuatmu patah hati karenaku." Edward menjelaskannya dengan pelan dan jelas. Helen yang mendengarnya benar-benar tersakiti, ia sangat berharap ini mimpi.
"Ed!" potong Kaelyn sedikit berteriak. Ucapan Edward tidak sepenuhnya benar. "Katakan yang benar!" suruh Kaelyn.
Edward kemudian melihat Kaelyn, menghiraukan ucapan Kaelyn. "Aku mendekati Helen untuk membuat Kaelyn cemburu. Tapi alih-alih cemburu, Kaelyn malah mendukungku dan ia dekat dengan pria lain." Perkataan Edward terdengar menakutkan bagi Kaelyn.
Kaelyn terkejut, "Apa maksudmu..."
"..." Mereka bertiga cukup terkejut dengan pengakuan yang Edward katakan.
Helen yang merasa dikhianati, Kaelyn yang merasa menjadi kambing adu domba, dan Radley yang sebagai bagian dari persahabatn mereka merasa takut dan goyah akan persahabatan mereka, ia tidak percaya Edward akan senekad ini.
"Berhenti berbohong, katakan yang sebenarnya!" Kaelyn yang masih tidak rela dengan segala penjelasan Edward yang baru ia dengar.
"Aku tidak berbohong. Memang begitu apa yang terjadi sebenarnya."
"Kau bahkan berlatih menembaknya padaku. Kenapa berbicara seperti itu!!" Kaelyn merasa tidak adil.
"Aku tidak pernah berlatih menembaknya. Aku tidak pernah berlatih menembak seseorang. Padamu, siapapun, bahkan pada diriku sendiripun. Tidak pernah."
"Apa-apaan kau. Kau melupakannya atau pura-pura lupa?! Jelas-jelas kau menyatakan cinta padaku saat dirumah r-r...." Kaelyn seketika terdiam akan ucapannya tadi. Ia kembali memikirkan kata-kata yang baru saja ia lontarkan.
"Aku.Tidak.Pernah.Berlatih." kata Edward menekankan kata-katanya. Kaelyn terdiam melihat Edward. Radley yang sudah mengetahui itu hanya bisa terdiam.
.
.
.
TBC
by the way, today is Happy Birthday for me... hehe

Comments
Post a Comment