The Feelings (Part 6)
“Ed! Kenapa kau kesini? Bukankah kau ada janji?” Radley yang pertama melihat Edward langsung menyapanya.
“Sudah selesai.” Jawab Edward tak bersemangat.
“Cepat juga.” kata Kaelyn yang sedang sibuk memainkan mesin capit boneka.
“Janji dengan siapa? Tidak biasanya.” Tanya Radley.
“Bukan janji sih, lebih pada aku pergi menemui Helen.”
“Ah!!” teriak Kaelyn yang gagal mendapatkan bonekanya. “Apa apa?” tanyanya pada Edward, kali ini dia melihat pada Edward.
“Tadinya ingin mengajak dia bermain seharian, tapi ternyata dia tidak bisa.”
“Kenapa tidak tanyakan lebih dulu.”
“Aku pikir dia hanya akan pergi ke Toko buku, tapi sepertinya tidak.”
Mendengar dan melihat ekspresi Edward menjawab pertanyaan Kaelyn, membuat Radley dan Kaelyn curiga jika Edward tidak baik-baik saja. Perkataannya tidak bersemangat.
“Ayo cari mainan lain. Aku sudah muak menemani Kae disini,” ucap Radley mencairkan suasana.
*****
Bel istirahat berbunyi. Seperti biasa, Edward dan Radley pergi ke kantin tapi sebelum itu mereka menjemput Kaelyn lebih dulu. Sebelum sampai di depan kelas Kaelyn, mereka melihat Kaelyn yang buru-buru keluar dari kelas.
“Kae, mau kemana?” tanya Edward begitu mereka berpapasan.
“Toilet, kalian duluan saja,” kata Kaelyn lalu pergi.
“Kau tidak akan menunggu Helen-mu?” goda Radley begitu mereka melewati kelas 2-3.
Edward tidak menjawab apa-apa.
Sejak kejadian Minggu lalu, Edward mulai menjauh dari Helen. Mungkin cara tarik ulur perlu digunakan, atau mungkin memang ia harus mengulurnya. Bukan haknya untuk membuat semua orang menyukainya, ada kalanya seseorang tidak menyukainya.
***
“Helen!” panggil Kaelyn begitu selesai mengambil makanannya.
Helen yang sedang mencari tempat duduk menoleh dan mendapati Kaelyn sedang berjalan menghampirinya.
“Ayo, kita duduk disana.” Ajak Kaelyn menunjukkan tempat duduk yang sudah ditempati Edward dan Radley.
Kaelyn langsung duduk disamping Radley, Helen melihat Edward canggung lalu duduk disampingnya.
Edward mencoba bertingkah biasa, tapi tingkah biasa Edward membuat Kaelyn dan Radley bertambah yakin jika terjadi sesuatu antara mereka sejak minggu lalu. Edward berterus terang tak ingin menceritakan yang terjadi Minggu lalu, membuat Kaelyn dan Radley penasaran dan memilih untuk mencari tahunya.
“Oh iya, bagaimana? Jadi bertemu dengan Camila hari ini?” tanya Kaelyn membuka pembicaraan.
“Tentu saja!” jawab Radley bersemangat. “Kalian berdua nanti pulang duluan saja, biar aku pulang dengan Camila.. hehe..” katanya sambil tersenyum.
“Baiklah. Kau mau ikut tidak?” tanya Kaelyn kemudian pada Helen.
“Helen orang sibuk. Jangan mengajaknya tiba-tiba,” kata Edward dingin, menyindir Helen.
Radley dan Kaelyn seketika terdiam.
Helen menoleh pada Edward sebentar, memberikan tatapan rasa bersalah tapi juga kesal.
“Apa aku boleh ikut?” kata Helen yang membuat Edward terkejut tapi tidak membuatnya menoleh pada Helen. Edward akan sangat dingin jika ia marah pada seseorang.
“Tentu saja! Akan lebih seru jika lebih banyak orang!” kata Kaelyn lalu melirik Radley sang pemilik tempat berkumpul hari ini.
“Iya, ayo. Tidak masalah. Kau teman Kae dan sudah mengenal Ed juga jadi tidak akan canggung nantinya.”
“Baiklah. Aku akan ikut kalau begitu.”
Awalnya Helen hendak menolak ajakan Kaelyn, tapi mendengar jawaban Edward yang membuatnya sedikit kesal membuat Helen berubah pikiran dan setuju untuk ikut berkumpul. Walaupun entah apa yang akan terjadi padanya saat berkumpul. Selain karena tidak terlalu dekat dengan Kaelyn, ia juga sedang bermasalah dengan Edward.
Ada perasaan Helen untuk meminta maaf atas pebuatannya pada Edward minggu lalu, tapi di sisi lain Helen juga berpikir ia tidak begitu bersalah sampai harus meminta maaf pada Edward.
***
Sepulang sekolah Edward, Kaelyn, dan Radley berpisah. Radley pulang bersama Camila lebih dulu, Edward menunggu Kaelyn dan Helen. Diperjalanan pulang Kaelyn memisahkan diri dari Edward dan Helen untuk pergi ke Toko musik.
Kaelyn masuk ke Toko musik, lalu mulai mencari album musik yang ingin ia dengarkan disini. Kaelyn pergi ke Toko musik bukan untuk membeli album, ia hanya ingin memisahkan diri dari Edward dan Helen untuk menghilangkan suasana canggung yang ia rasakan saat bersama mereka.
Ketika Kaelyn pergi ke rak album lagu yang ingin ia dengarkan, ia melihat seorang pria yang tidak terlalu asing tapi asing baginya. Untuk beberapa detik Kaelyn hanya berdiam diri sambil melihat pria itu.
Pria itu, Algis, mulai merasakan jika ada seseorang yang meperhatikannya, ia menoleh dan mendapati Kaelyn yang mulai bergerak canggung. Tertangkap basah sedang melihat Algis. Algis berjalan mendekati Kaelyn.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya pada Kaelyn.
“Ah.. tidak.. aku hanya seperti pernah melihatmu..” jawab Kaelyn, yang sebenarnya ia tahu orang itu Algis, orang yang ia bicarakan dengan Edward dan Radley beberapa hari lalu.
“Sepertinya kita memang satu sekolah,” kata Algis sambil menunjukkan lambang sekolah yang terdapat di saku bajunya.
Kaelyn juga kemudian melihat lambang saku baju miliknya lalu tersenyum. “Kau benar.”
“Aku Algis,” katanya memperkenalkan dirinya pada Kaelyn.
“Kaelyn.”
.
.
.
TBC

Comments
Post a Comment